Kamis, 25 Februari 2016

Masyarakat Indonesia Habiskan Waktu 5,5 Jam Setiap Hari di Depan Ponsel

Keberadaan smartphone saat ini benar-benar mengubah gaya hidup masyarakat. Tak terkecuali pola hidup masyarakat di Indonesia. Bahkan menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga riset GFK, rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktunya di depan smartphone rata-rata sebayak 5,5 jam per hari.

Menurut data GFK, pengguna internet di Indonesia saat ini memang cukup didominasi oleh para pemilik perangkat mobile. Bahkan pengguna smartphone mempunyai porsi sebanyak 93 persen dari seluruh pengguna internet di tanah air. Angka ini pun jauh meninggalkan prosentase pengguna internet melalui perangkat desktop ataupun tablet.
Secara khusus, tingkat penggunaan smartphone memang sangat tinggi di tanah air. Hal ini merujuk pada jumlah penjualan ponsel pintar yang kini melebihi angka penjualan ponsel biasa. Seperti dikutip dari Kompas Tekno, angka penjualan smartphone mencapai 33 juta unit. Sementara angka penjualan ponsel biasa berada di kisaran 20 juta unit. Dan kegiatan para pengguna smartphone di Indonesia ini pun cukup beragam. Mengingat saat ini smartphone memang bisa digunakan untuk berbagai jenis aktivitas.
GFK juga menengarai kalau pengguna internet di Indonesia juga memiliki aktivitas yang berbeda sesuai dengan usianya. Misalnya, mereka yang berusia antara 13 hingga 22 tahun lebih banyak mengakses konten hiburan, hobi, fashion serta kecantikan. Sementara itu rentang usia 23-32 tahun, banyak yang mengakses konten bisnis, ekonomi, traveling serta hobi. Menariknya, di kisaran usia 32-42 tahun, masyarakat banyak yang mengakses konten religi dan sosial.

(BHK)

Rabu, 24 Februari 2016

Facebook Luncurkan Fitur Pencegahan Bunuh Diri

Sukses meluncurkan serangkaian percobaan di Amerika Serikat dan Australia, Facebook akhirnya meluncurkan sebuah fitur baru untuk pencegahan bunuh diri di Inggris. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memberitahukan ke keluarga, sahabat atau rekan-rekannya jika ada temannya yang dalam kesusahan.

Fitur ini dibuat oleh tim Facebook melalui konsultasi dengan British Charity Samaritans, dimana fitur ini bakal memungkinkan pengguna melaporkan tiap konten yang mengarah pada bunuh diri ke pihak Facebook atau ke teman-teman mereka.

"Kami bekerja sama dengan organisasi termasuk British Charity Samaritans, untuk mengembangkan fitur baru ini, dan salah satu hal pertama yang mereka katakan adalah berapa banyak mereka berhubungan dengan orang-orang yang peduli agar dapat membantu mereka yang sedang berjuang mengatasi keterpurukan sehingga bunuh diri," ujar Julie De Bailliencourt, Head of Safety di Facebook.

Facebook dan British Charity Samaritans telah berkolaborasi pada fitur pencegahan bunuh diri sejak 2011. Melalui fitur ini jika seseorang di Facebook berpikir ada teman mereka membutuhkan dukungan maka mereka dapat menggunakan bendera di Facebook Help Center untuk mendapat pertolongan Facebook atau melaporkan kekhawatiran mereka melalui link pelaporan yang bisa ditemukan di situs jejaring sosial ini. Laporan yang masuk ke Facebook akan diprioritaskan dimana seseorang mungkin berada pada resiko bunuh diri.

"Jika seseorang dilaporkan kepada kami karena beresiko bunuh diri, tim keamanan Facebook akan melihat akun mereka. Jika mereka menganggap bahwa seseorang beresiko dalam bahaya, maka kami akan mengontak pihak berwajib untuk segera waspada," kata juru bicara British Charity Samaritans.

"Ada tanda-tanda bahwa seseorang beresiko bunuh diri dengan menunjukkan tanda-tanda pada stress, kecemasan, keputusasaan dan mereka meluapkan ratapan mereka di Facebook. Pada saat inilah melalui fitur baru Facebook kami akan mengirimi mereka pesan untuk mengatakan bahwa teman yang telah ditandai kemungkinan berada dalam krisis dan menawarkan mereka informasi tentang cara untuk mendapatkan bantuan terbaik untuk mereka," papar British Charity Samaritans. (Nariswari)


sumber

Senin, 22 Februari 2016

Smartphone Unik Bisa Jadi Rokok Vape

Apa jadinya jika smartphone dan rokok elektrik menjadi satu kesatuan? seperti apa bentuknya ya kira-kira? Nah, ternyata sebuah pabrik vape berbasis di Los Angeles bernama Vapocarde memiliki line-up terbaru dari "vaping seluler".





Dinamakan Vaporcade Jupiter, smartphone ini bisa dimanfaatkan sebagai vape yakni rokok elektrik yang sekarang sedang trend. perangkat ini menjalankan OS Android v4.4 KitKat, dimana dikembangkan oleh Vape melalui kemitraan dengan Hebert A. Gilbert, orang yang menemukan dan mematenkan cara merokok melalui perangkat elektronik pada tahun 1965. Dan salah satu pendiri Vaporcade ini adalah saudara James Cameron, sosok besar di industri game. 

Smartphone ini hadir dalam 2 model. Varian pertama yang support 3G dibanderol USD $299 (Rp.4,1 jutaan) dan model 4G dibanderol USD $499 (Rp.6,8 jutaan). Smartphone vape ini memiliki sistem terpisah antara vape dan smartphone, sehhingga diklaim sangat aman, unik dan menjanjikan pengalaman yang menyenangkan untuk penggunanya. 

Handset ini juga dilengkapi tombol home "multi-fungsional", bersama dengan antarmuka pengguna yang ekslusif dan aplikasi vaping default di dalamnya. Sementara itu vaporizer bekerja dengan sistem Vaporcade Shuttle, yang merupakan format vape yang dikembangkan oleh perusahaan.





sumber:
tabloid Pulsa halaman 16
http://bit.ly/1SNkeKH